"KANKER TERKAIT AIDS" PKRS FKUI PRODI ILMU PENYAKIT DALAM DI POLI PENYAKIT DALAM RS PERSAHABATAN

2024-12-24

Hukermas

Bertempat di Poli Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Program Studi Ilmu Penyakit Dalam melaksanakan Promosi Kesehatan Rumah Sakit dengan tema "Kanker Terkait AIDS". Dalam rangka Hari AIDS Sedunia bulan Desember, Selasa (24/12/2024). 

AIDS, atau Acquired Immune Deficiency Syndrome, adalah kondisi yang terjadi akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang telah mencapai tahap akhir. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh mengalami kerusakan yang parah, sehingga tidak lagi mampu melawan infeksi dan penyakit lainnya.

Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko melalui hubungan vaginal, anal, atau oral tanpa pelindung, di mana cairan tubuh dari pasangan yang terinfeksi masuk ke tubuh. Selain itu penularan HIV juga dapat terjadi melalui penggunaan jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba, peralatan medis yang terkontaminasi darah yang mengandung infeksi HIV, serta ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan HIV kepada bayi selama kehamilan, saat melahirkan, atau melalui air susu ibu. 

Terdapat beberapa mitos penularan HIV yang perlu diluruskan dengan fakta yang benar, yaitu sebagai berikut: 
*Mitos: HIV dapat menular melalui sentuhan.
*Fakta: HIV tidak menular melalui sentuhan fisik seperti berjabat tangan, berpelukan, atau mencium pipi. Penularan hanya terjadi melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, dan cairan vagina yang bersentuhan dengan selaput lendir.
*Mitos: HIV dapat menular melalui gigitan serangga atau hewan peliharaan.
*Fakta: HIV tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia, sehingga tidak dapat ditularkan melalui serangga atau hewan peliharaan.
*Mitos: Menyentuh atau berbagi alat makan dengan penderita HIV dapat menularkan virus
*Fakta: Virus HIV tidak menular melalui alat makan atau kontak sosial biasa. Penularan hanya terjadi melalui cara-cara tertentu seperti hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik bersama.
*Mitos: Pasangan yang mengidap HIV tidak perlu melindungi diri satu sama lain
*Fakta : Jika salah satu pasangan memiliki strain HIV yang berbeda atau jika salah satu dari mereka tidak menjalani pengobatan yang efektif, ada risiko penularan ulang. Ini dapat membuat virus menjadi lebih resisten terhadap pengobatan. 

Kanker sendiri adalah suatu kondisi dimana terdapat pertumbuhan sel yang tidak terkendali, kemampuan untuk menyebar (metastasis), dan potensi untuk merusak jaringan sehat di sekitarnya. Kanker terkait AIDS adalah istilah yang merujuk pada jenis kanker yang lebih umum terjadi pada individu yang terinfeksi HIV dan telah berkembang menjadi AIDS. Kondisi ini disebabkan oleh penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV, yang membuat individu lebih rentan terhadap infeksi virus yang dapat berkembang menjadi kanker.

Beberapa jenis kanker yang rentan diidap oleh pasien AIDS antara lain: sarkoma kaposi, limfoma Burkitt, dan kanker serviks. Beberapa faktor risiko kanker terkait AIDS yaitu: berkurangnya imunitas tubuh ditandai dengan jumlah CD4 yang rendah, serta adanya infeksi virus penyebab kanker seperti HHV-8, EBV, dan HPV, serta keterbatasan akses untuk mendapatkan terapi antriretroviral (ARV). 

Terdapat beberapa pencegahan keganasan pada pasien dengan AIDS, di antara dengan meningkatkan kekebalan tubuh melalui terapi ARV yang diminum secara rutin dan teratur, melakukan papsmear rutin untuk deteksi dini kanker serviks yaitu setiap 6 bulan setelah diagnosis HIV, kemudian tahunan jika hasilnya normal. 

Bagaikan kata pepatah sedia payung sebelum hujan, tentu saja upaya mencegah lebih baik dibandingkan mengobati. Lakukan upaya berikut untuk mencegah kanker terkait AIDS:

*Hidup Sehat dan Makan Makanan Bergizi: perkuat daya tahan tubuh Anda. 
*Berhenti Merokok: cegah kanker paru. 
*Hindari Alkohol: lindungi hati Anda. 
*Pakai Kondom (jika berhubungan): hindari infeksi menular seksual.

Edukasi ini disampaikan oleh Dokter PPDS Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan pembimbing dr. Eppy, Sp. PD-KPTI dan dr. Hayatun Nufus, Sp. PD-KHOM. Semoga bermanfaat. (hnf, kei, fitri, rani, risya, satrio, yono, niken, nanda, gde, ummi, bobiet, yulian, Hukmas)



Tag: PKRS